Rabu, 27 Juni 2012

TERAPI JANTUNG

Organ Jantung
Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Undefined Struktur Internal Jantung
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri. Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup berdaun dua.

Undefined Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
Seputar Kesehatan Jantung
Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, berakibat pada kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung.

Jantung bengkak
Jantung bengkak , pembesaran jantung atau cardiomegali. Pembesaran jantung pada umumnya disebabkan adanya peningkatan massa otot jantung sebagai akibat kompensasi dari kerja jantung yang menurun atau adanya suatu penyakit yang menyerang massa otot jantung itu sendiri. Penyebab peningkatan massa otot (hipertrofi) oleh karena fungsi jantung yang menurun ini dapat disebabkan berbagai sebab, antara lain kelainan katup, dan peningkatan dari tekanan darah yang cukup lama. Sedangkan penyebab untuk penyakit tertentu yang menyerang otot jantung tersebut antara lain adanya suatu infeksi ataupun racun dari bakteri penginfeksi. Pada umumnya apabila pembesaran diakibatkan peningkatan tekanan atau kerja jantung yang menurun, pembesaran ini tidak permanen. Hal ini berarti apabila kondisi penyebab sudah teratasi atau diperbaiki, pembesaran ini dapat berkurang.Namun demikian untuk penyebab pembesaran karena suatu penyakit, sebagian besar dapat terjadi remodeling atau pembentukan kembali massa otot jantung menjadi kondisi normal.

Terapi Lintah Jantung Koroner
Apakah anda mempunyai masalah jantung koroner dan sedang berusaha untuk menyembuhkannya? Nah, saya akan berbagi informasi pada anda tentang salah satu terapi alternatif untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Jawabannya adalah terapi dengan menggunakan gigitan lintah. Ini dapat dijadikan salah satu alternative bila anda sudah mencoba pengobatan dengan terapi modern.
Terapi alternative dengan lintah dilakukan dengan meletakkan lintah pada titik tertentu pada tubuh yang dipercaya sebagai bagian tubuh yang memicu penyakit jantung koroner. Pertama-tama, darah ayam dioleskan pada titik tersebut, kemudian lintah ditempelkan pada darah tersebut. Pada dasarnya, terapi ini mirip dengan cara bekam karena terapi dilakukan oleh lintah dengan menyedot darah kotor di dalam tubuh. Saat menghisap darah, lintah akan mengeluarkan lendir tertentu yang dipercaya dapat memacu melancarkan peredaran darah yang tersumbat. Seorang pasien bercerita bahwa setelah terapi sebanyak 6 kali, terdapat perubahan dari penyakit jantungnya. Nah, bila anda ingin mencoba, konsultasikan terlebih dahulu dengan terapisnya.

Sebagaimana kita ketahui, penyakit jantung cardiovaskular adalah penyakit yang saat ini masih menjadi pembunuh nomor 1 manusia di seluruh dunia. Penyakit jantung cardiovaskular yang utama adalah penyakit jantung koroner. Dimana penyakit ini menyerang pembuluh darah yang mensuplai jantung. Implikasi dari penyakit ini berupa :
Infark miokard (serangan jantung)
Angina (berupa rasa nyeri teramat sangat di dada)
Aritmia (berupa pergerakan irama jantung yang abnormal)
Penyakit jantung koroner pada awalnya disebabkan oleh adanya penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah jantung (koroner). Hal ini lambat laun diikuti oleh berbagai penumbunan yang lain seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah, dll. Kesemuanya itu akan mempersempit dan atau menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah.
Berikut titik-titik terapi untuk penyakit jantung diatas:

Titik terapi jantung kardiovaskular
Jumlah lintah yang digunakan : 3 – 4 ekor lintah
Frekuensi pengobatan : 3 kali per-minggu
Pengobatan yang disarankan : 10 kali terapi
Berikutnya penyakit jantung valvular / klep jantung yang terjadi diakibatkan klep-klep jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Ada beberapa jenis penyakit klep jantung :
- Valvular stenosis. Ini terjadi ketika keterbukaan klep lebih kecil dari normal karena kelopak klep menjadi kaku (stiff). Pembukaan yang menyempit dapat menyebabkan jantung harus bekerja berat untuk memompa darah melaluinya. Ini dapat menuju ke gagal jantung atau gejala lainnya. Semua keempat klep menjadi stenotic (mengeras, membatasi aliran darah).
- Valvular insufficiency. Juga disebut regurgitation, incompetence atau “leaky valve”(klep bocor). Ini terjadi karena suatu klep tidak menutup dengan rapat. Jika klep tidak tertutup rapat, maka ada bagian darah yang mengalir balik melalui klep. Ketika kebocoran ini menjadi parah, maka jantung harus bekerja keras untuk mengatasi kebocoran klep ini dan lebih sedikit darah yang mengalir ke sisa tubuh lainnya, tergantung dari klep mana yang terkena.
Untuk pengobatan penyakit jantung valvular, berikut aplikasinya:

Titik terapi jantung valvular
Jumlah lintah yang digunakan : 3 – 6 ekor lintah
Frekuensi pengobatan : 1 – 2 kali per-minggu
Pengobatan yang disarankan : 7 – 12 kali terapi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar