Secara
kasar, cuma 600 spesis lintah saja yang telah dikenal pasti hingga kini, tetapi
hanya 15 jenis saja yang digunakan dalam pengobatan.
Lintah yang dikelaskan sebagai lintah pengobatan,
Hirudo Medicinalis, telah lama digunakan untuk merawat pesakit berabad lamanya.
Rekod
dokumentasi yang pertama menggunakan Hirudo Medicinalis untuk tujuan pngobatan bertarikh sejak awal
zaman hippokrat. Menurut penulisan Sanskrit, Dhavantari, bapak pengobatan India, mengatakan “ pegang madu disebelah tangan
dan lintah disebelah tangan lagi”. Selain itu, terapi lintah juga digunakan
dalam pengobatan kuno cina. Lukisan lintah pengobatan telah dijumpai dalam makam dukun-dukun. Terapi
lintah dalam pengobatan Greek boleh dijumpai dalam puisi Alexipharmacia
karya Nicandros. Pakar pengobatan Roman, Galen, menjelaskan
terapi lintah sebagai kaedah untuk mencapai keseimbangan kesehatan. Di masa lampau, lintah dibuktikan sebagai
kaedah paling berkesan dalam banyak kes perubatan terutama melawan rawatan
luka. Negara Eropah pada dekat ke 18 dan 19 telah mengimport lebih 10 juta
lintah setiap tahun untuk memenuhi permintaan yang tinggi.
Terapi
bekam itu telah dikenali sejak kerajaan Sumeria berdiri, lalu berkembang di
Babilonia, Mesir, Saba dan Persia. Namun. Menurut As Suyuthi, bekam berasal
dari Isfahan. Jadi, sebelum Rasul SAW diutus pun pengobatan bekam telah ada.
Orang-orang
Barat telah lama mengenal pengobatan dengan membuang darah, pada abad ke 18 mereka
menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam.
Pada suatu waktu Perancis pernah mengimport 40 juta ekor lintah untuk keperluan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan terlebih dahulu dengan tidak diberi makan, jadi bila ditempelkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah dengan begitu efektif. Setelah kenyang lintah itu tidak berusaha lagi untuk bergerak dan terus jatuh.
Pada suatu waktu Perancis pernah mengimport 40 juta ekor lintah untuk keperluan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan terlebih dahulu dengan tidak diberi makan, jadi bila ditempelkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah dengan begitu efektif. Setelah kenyang lintah itu tidak berusaha lagi untuk bergerak dan terus jatuh.
Rasulullah
SAW memilihkan, dengan wahyu dari-Nya, dari sekian banyak
terapi yang ada pada waktu itu dengan terapi herba dan bekam. Baginda sangat
menyenanginya. Terbukti dari seringnya baginda berbekam dan baginda
mengungkapkan sebaik-baik pengobatan ialah berbekam.
LINTAH DAN PERUBATAN ( Hirudo Medicinalis )
Penggunaan
Klinikal
Penggunaan
secara klinical pertama yang direkodkan terhadap lintah pengobatan (Hirudo Medicinalis) berlaku kira-kira 2500
tahun yang lalu karena gigitan lintah menyebabkan pendarahan luka kecil
yang menyerupai venuos di kawasan tisu rosak, hewan invertabrata
kecil ini menjadi sangat bernilai kepada pembedahan plastic dan pembedahan
pembinaan semula. Lintah tersebut menghasilkan
beberapa jenis bahan penting yang membantu dalam gigitan yaitu bahan anti pembekuan
darah dan vasodilator setempat. Bahan-bahan
ini membolehkan pendarahan berterusan sehingga 48jam selepas lintah dipisahkan
dari tempat luka.
Kelebihan
yang ketara dan keselamatan penuh terapi lintah dikaji dari pengalaman manusia
beratus tahun tanpa ragu.
Satu dari bahan pertama dijumpai dalam kelenjar liur lintah perubatan ialah hirudin (bahan yang menghalang proses pembekuan darah )
Satu dari bahan pertama dijumpai dalam kelenjar liur lintah perubatan ialah hirudin (bahan yang menghalang proses pembekuan darah )
Kesan dari bahan aktif biologi keatas organisma hidup:
- menormalkan dan membaik pulih kitaran kapilari
- kesan
anti-inflamasi yang amat cepat
- kesan
anti stress dan adaptonege
- kesan
immunostimulating dan immunomodulating
-
anesthesia
- anti
pembekuan
- kesan
anti bacteria
-
membaik pulih pertukaran endocelluar dan kesedaran pengunaan mekanisma ini mempunyai
karakter setempat dan menyeluruh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar