Rabu, 27 Juni 2012

Fakta Seputar Lintah


Nitric Oxide: pada tahun 1998 Hadiah Nobel untuk fisiologi telah dianugerahkan kepada Robert Furchgott, Prof Louis Ignarro dan Ferid Murad yang menemukan pertalian Nitric Oxide (NO) yang kemudian digunakan dalam ramuan Viagra, Dalam satu kajian ilmiah Universiti Purdue – Lintah/Hirudo Medicinalis dikenal dapat mengeluarkan NO secara alami. Sementara kajian ilmiah lainnya mengatakan bahwa NO dapat menyelesaikan 90% masalah kegagalan ereksi kaum lelaki. Vagina dan klitoris wanita apa bila tersentuh oleh usur NO ini juga dapat meningkatkan rangsangan seksual, dimana NO tersebut akan memberi stimulu ke syaraf-syaraf yang memacu gairah seksual wanita.
Zat Hirudin adalah zat yang dapat menghalang pembekuan darah. Umumnya digunakan untuk membuat darah tetap mengalir tidak membeku, unsur Hirudo medicinalis dipakai dalam operasi syaraf-syaraf yang kecil, misalnya operasi pada telapak tangan, untuk mengembalikan aliran darah yang buntu atau saluran darah yang tersumbat. Anti kolagen yang keluar dari air liur lintah atau spesies sejenis berdasarkan hasi penelitian ternyata dapat digunakna untuk treatment dan pengendalian trombosit. Hirudin telah di isolasi oleh H medicianialis. Hirudin murni dan struktur hirudin telah diselidikin atau dteliti secara intensif. Hirudin terdiri dari 65 Asam maino yang berpotensi, menghambat pendarahan atau pembekuan darah. Thrombin mengaktifkan konversi dari fibrin dari fibrinogen dan meningkatkan pembekuan . Hirudin akan mengurangi gumpalan darah yang terbentuk dan meningkatkan aliran darah pada bagian-bagian tertentu dalam tubuh kita.
Trombosa adalah formasi dari satu gumpal darah di dalam satu pembuluh darah, yang sering menghalangi aliran darah. Trombosa akan terjadi apa bila tubuh mengalami luka. Lokasi paling umum dari trombosa berada di dalam pembuluh darah dari kaki.
Zat Histamine adalah zat yang berfungsi sebagai pengembang, ia bertindak membesarkan liang urat dan vena zakar. Zat pengembang ini di temukan pada bagian ludah atau saliva lintah.
Zat Hyaluronidase adalah zat yang bermanfaat menghasilkan sejumlah ludah yang berbeda yang termasuk obat bius pencegah pembekuan darah (hirudin), vasodilator lokal (histamine),dan satu enzim (hyaluronidase).
Sejauh ini berdasarkan unsur-unsur yang terkadung dalam lintah tersebut diatas memang dapat digunakan untuk pembesaran alat kelamin laki-laki, namun kalo di pikirkan secara logika, dengan hanya mengoleskan pada bagian luar kelamin laki laki tentu saja tidak bisa di terima oleh akal sehat sebagai zat yang dapat membesarkan alat vital laki-laki.

Mari Mengenal Lintah



Lintah merupakan sejenis cacing dengan alat penghisap pada setiap ujungnya. Pada ujung yang satu terdapat alat penghisap dengan mulut dan di ujung yang lain ada alat seperti perekat untuk menempel.
Ukuran dan panjang dari lintah ada berbagai macam ukuran, dari ukuran kecil, sedang dan besar. Dari yang panjang 1 inci sampai dengan 10 inci panjang. Lintah ada yang berwarna hitam, coklat dan hijau dengan garis putus-putus pada bagian atas badannya.
Ada sekitar 600 spesies lintah yang ditemukan sampai sekarang, bahkan mungkin lebih. Dan sekitar 15 jenis lintah yang digunakan untuk terapi, jenis lintah yang digunakan untuk terapi adalah jenis hirudo medicinalis atau lintah kerbau karena kebiasaannya yang suka menghisap darah kerbau.

Apa jenis kelamin Lintah ?
Lintah merupakan jenis hermaprodit atau berkelamin ganda. Sekali bertelur bisa mencapai 300 telur lintah. Lintah menghisap darah kita dengan menggunakan 2 cara : Mereka menggunakan belalai untuk menusuk kulit Anda dan kemudian menggunakan rahangnya dengan gigi-gigi kecil yang berjumlah seratus gigi-gigi kecil.
Lintah hidup di mana saja dimana terdapat air, seperti rawa dan sungai. Mereka hidup di habitat yang masih bersih dan tidak tercemar logam-logam berat dan sebagainya.
Lintah dapat mengenali dan menemukan Anda dengan mendeteksi minyak kulit, darah, panas, atau bahkan karbondioksida Anda ketika bernapas.
Lintah memiliki enzim dari liurnya. Salah satunya bernama hirudin yang berfungsi sebagai anti-koagulan (anti pembekuan darah). Hirudin dapat mengencerkan kekentalan darah.
Banyakmanfaat yang kita dapatkan dengan Terapi Lintah. Seperti dapat mengatasi migraine, vertigo, asam urat, diabetes, eksim, kolesterol, diabetes dan sebagainya.

“Sungguh apa-apa yang Allah ciptakan tiada satu hal pun yang sia-sia dan tiada manfaatnya”

Sumber: http://evialfadhl.wordpress.com/2010/08/19/mari-mengenal-lintah/

Terapi Lintah Ibnu Shina





Terapi Lintah Ibnu SinaInilah 9 Terapi Warisan Kedokteran Islam (bag-3).
Senin, 30 Januari 2012 15:10 WIB REPUBLIKA.CO.ID,

Hirudoterapi
Hirudoterapi merupakan terapi penyembuhan penyakit dengan menggunakan pacet/lintah sebagai obat untuk tujuan pengobatan, yang diperkenalkan Avicenna dalam karyanya The Canon of Medicine. Ibnu Sina juga mengenalkan penggunaan lintah sebagai perawatan untuk penyakit kulit. Terapi Lintah menjadi salah satu metode yang disukai masyarakat Eropa pada abad pertengahan.
Dalam era lebih maju, pengobatan dengan lntah diperkenalkan oleh Abd-el-latif pada abad ke-12 M, yang menulis bahwa lintah dapat digunakan untuk membersihkan jaringan penyakit setelah operasi pembedahan. Dia melakukannya, walaupun ia mengerti resiko menggunakan lintah. Ia memberikan saran untuk pasien bahwa lintah harus dibersihkan sebelum digunakan dan kotoran dan debu “yang melekat pada lintah harus dihilangkan” sebelum penggunaan.
“Dia selanjutnya menulis bahwa setelah lintah menghisap darah keluar, garam harus “diteteskan dibagian tubuh manusia,” jelas Nurdeen Deuraseh, dalam karyanya bertajuk “Ahadith of the Prophet on Healing in Three Things (al-Shifa’ fi Thalatha): An Interpretational”, Journal of the International Society for the History of Islamic Medicine.

Fisioterapi
Fisioterapi metode penyembuhan yang menitikberatkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak atau fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.
Dokter Muslim mengembangkan metode terapi mulai dengan diet. Jika upaya itu tidak bekerja pada pasien, dokter akan memberi resep obat dan pengobatan. Namun, jika masih tidak bekerja, dokter akan melakukan operasi bedah. Fisioterapi ditentukan oleh dokter Muslim selalu mancakup latihan fisik dan mandi.
Dokter Muslim Arab mengembangkan sistem diet secara rinci, yang terdiri atas kesadaran defisiensi makanan, dan gizi yang sesuai merupakan item yang penting dalam perawatan. Ezzat Abouleish, dalam bukunya Contributions of Islam to Medicine, menjelaskan bahwa obat-obatan dibagi dalam dua kelompok, yakni obat tunggal/sederhana dan obat jamak/campuran.
“Mereka mengetahui interaksi antara obat-obatan, mereka pertama menggunakan obat tunggal, jika gagal, kemudian obat campuran digunakan yang dibuat dari dua atau lebih campuran, dan jika metode konservatif gagal, kemudian pembedahan diambil sebagai langkah terakhir,” jelasnya.

Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: desy susilawati
STMIK AMIKOM
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/01/30/lylq0b-inilah-9-terapi-warisan-kedokteran-islam-bag3

Khasiat Liur Lintah (Hirudo Medicinalis)


Khasiat pengobatan dengan menggunakan lintah (hirudo) sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan beberapa negara di Uni Eropa maupun di Amerika sudah menggunakan terapi ini dalam kegiatan pengobata medis. Jadi apakah sebenarnya yang membuat terapi lintah ini menjadi begitu spesial?
Ya betul, ternyata yang membuat terapi lintah begitu spesial adalah kandungan enzim dalam liur lintah. Hasil dari penenlitian para ahli ditemukan kurang lebih terdapat 14 jenis zat aktif yang terkandung dalam zat liur lintah:
  1. HIRUDIN:  Zat aktif anti bekuan darah.
  2. ANTI INFEKSI:  Zat untuk menjaga terjadinya infeksi (pinicilin).
  3. CALIN:  Berada di darah kental yang memblokir ‘factor von wilebrand’ dan berfungsi sebagai zat perantara (mediator) dalam proses agregrasi struktur darah yang disebut platelet.
  4. DESTABILASE:  Zat yang berguna untuk melumatkan vibrind (produk akhir dari proses pengentalan darah)
  5. HIRUSTASIN: Berada di enzim kalikrein; enzim trypsin yang berfungsi sebagai pelembutan protein menjadi peptone, untaian peptine, peptidase dst. Peptidase merupakan enzim di dalam pencernaan dan usus.
  6. BDLIINS: Merupakan zat yg dapat mengurangi radang pada kulit, bengkak dan sedikit gatal pasca terapi lintah.
  7. HYALURONIDASE:  Zat anti biaotik alami sehingga badan lintah yg ‘dianggap kotor’ tidak menyebabkan infeksi.
  8. ANASTHETIC SUBTANCE:  Mengandung bius lokal.
  9. TRIPTASE INHIBITOR:  Berada di enzym proteolytic dari mast cells dari suatu jaringan cyptoplasmic granule (mengandung heparin, histamine, dan seretonin) yang dilepas pada saat mengalami pembengkakan dan alergi.
  10. EGLLINS:  Zat anti inflamasi (anti pembengkakan)
  11. FAKTOR INHIBITORS:  Zat untuk meningkatkan aliran darah pada area sekitar gigitan.
  12. HISTAMINLIKE SUBSTANSE:  Zat yang berfungsi sebagai fosoldilator mengembangakan pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar.
Di negara maju seperti Jerman, Amerika dan Inggris zat Hirudin pada Lintah diakui lebih aman dibanding dengan obat sehingga aliran darah lebih lancar.
Sumber: http://www.multihirudo.com/2011/12/keajaiban-kandungan-liur-lintah-hirudo.html

Lintah Menjijikkan Namun Efektif Atasi Penyakit Kardiovaskuler

Ada pengobatan alternatif bagi pengidap pasien jantung. Terapi lintah atau hirudinea memberi harapan baru bagi kesembuhan penderita penyakit kardiovaskuler. (foto: Google
Lintah binatang yang cukup ditakuti. Tapi jangan paranoid dulu, karena lintah mempunyai khasiat yang sangat berarti untuk mengobati penyakit seperti diabetes, jantung, migrain, saraf terjepit, sinusitis, cedera otot dan penyakit karena darah kotor.
Penyakit yang paling banyak disembuhkan dengan terapi lintah ini adalah penyakit jantung koroner, gagal jantung, kebocoran jantung, pembengkakan jantung dan migrain.
"Lintah dapat meregenerasi syaraf yang mati sehingga terapi ini sangat bagus untuk mengobati penyakit syaraf dan kardiovaskuler, jadi tidak semua penyakit bisa sembuh dengan terapi lintah," ujar Bapak Alie terapis lintah.
Lintah yang dipergunakan untuk terapi ini adalah lintah jenis Medicinalis yang berasal dari hutan atau sungai di daerah Aceh, karena di daerah tersebut lintah ini masih steril, sedangkan lintah yang terdapat di sawah ataupun lumpur sudah tidak steril lagi. Bisa juga menggunakan lintah Medicinalis yang telah diternakkan.
Pada terapi ini prosesnya adalah dengan menempelkan 2 lintah di titik-titik yang menjadi pusat penyakit tersebut selama setengah sampai satu jam, lalu lintah tersebut dilepas dan pasien akan diberikan ramuan herbal untuk menunjang penyembuhan.
Pada saat lintah tersebut ditempelkan, maka lintah akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk meregenerasi saraf, mengeluarkan darah kotor dan menyembuhkan penyakit, dalam hal ini tidak ada minyak lintah karena 99% tubuh lintah terdiri dari air atau lendir.
"Biasanya untuk penderita jantung bisa sembuh secara total dengan 16 kali terapi sedangkan untuk migrain sebanyak 8 kali terapi, namun pasien akan merasa lebih baik setelah 3-4 kali terapi," ujarnya.
Selain penyakit tersebut, terapi lintah ini juga bisa menyembuhkan kanker namun dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi, bisa mencapai berbulan-bulan tergantung dari keadaan penyakit kanker tersebut.
"Semua orang bisa melakukan terapi lintah kecuali anak-anak di bawah usia 7 tahun dan ibu hamil, karena pada prosesnya ada pengeluaran darah yang takutnya bisa menyebabkan komplikasi pada ibu hamil tersebut," ujar terapis yang berpraktek di Grogol Jakarta ini.
Harga untuk terapi lintah ini berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per sesi yang terdiri dari 8 kali terapi, dan biasanya pasien yang sudah melakukan terapi ini hingga selesai akan sembuh secara total.
"Saya mengalami kebocoran jantung namun setelah diterapi lintah selama 2 bulan dan meminum ramuan herbalnya sekarang saya dinyatakan sembuh," ujar Farida pasien dengan kebocoran jantung.
Tidak ada pantangan dalam melakukan terapi lintah ini tapi setelah sembuh sebaiknya pasien tetap menjaga pola hidup yang sehat, pola makan yang baik dan tetap berolahraga dengan teratur.
Lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai terapi lintah untuk penyakit jantung. Terapi lintah atau hirudinea memberi harapan baru bagi kesembuhan penderita penyakit kardiovaskuler.
Lintah dan pacet (leech) adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea yang dikenal sebagai karnivor dan penghisap darah. Namun, di tangan terapis Alie Ahmad, hewan ini berubah menjadi obat penyakit jantung.
Keampuhan terapinya makin tokcer disandingkan dengan pengobatan herbal.
Alie mengatakan, pembuluh darah manusia sebenarnya fleskibel. Namun, kolesterol, lemak dan kalsium membuat pembuluh darah menyempit, tersumbat atau terjadi pembekuan darah.
Lintah memiliki antikoagulan yang membuat darah tak mudah pecah atau menggumpal. Dua-tiga ekor lintah yang diletakkan pada dada sebelah kiri selama 30 menit akan menghisap lendir dan darah yang menyumbat pembuluh darah sehingga peredaran darah kembali lancar. Selain terapi lintah, pasien akan memperoleh herbal racikannya sendiri. "Sebotol herbal dipakai selama 3,5 hari dan diminum selama dua bulan," katanya di tempat prakteknya di Ruko Mal Seasons City, Jakarta Barat.
Untuk bahan herbal, terapis yang telah memulai kliniknya sejak 2000 ini mendatangkan langsung dari China. Kemudian, ia sendiri yang meracik sesuai tingkat kebutuhan para pasiennya.
Itu pula sebabnya Alie tak punya klinik cabang selain di rukonya Herbalnya hanya bisa bertahan 7-8 jam dalam suhu ruang sehingga harus selalu dalam lemari pendingin. Bagi pasien yang berkonsultasi lewat telepon atau dari daerah yang jauh, herbal akan diterbangkan dalam keadaan beku atau kering ke tempat tujuan.
Dengan pengawasan yang ketat, Alie menjamin kesembuhan 9 dari 10 pasien yang datang. " Sejak awal kami melihat apakah pasien masih dapat sembuh atau tidak. Kalau memang sulit, saya akan menolaknya karena ada jaminan," ujar terapis yang memulai kliniknya di Medan.
Berdasarkan pengalamannya, Ali menyatakan mampu menyembuhkan penyakit kardiovaskuler antara lain jantung koroner, jantung bengkak, jantung panas, kebocoran jantung, gangguan katup jantung, gangguan arus listrik katup jantung, gangguan irama jantung, lemah jantung, penyempitan pembuluh darah jantung, penyumbatan pembuluh darah jantung, penyumbatan serabut koroner jantung.
Alie menyebut pasien-pasiennya berasal dari berbagai kalangan termasuk kepala daerah dari seluruh Indonesia, anggota legislatif, bahkan kalangan penyembuh pun datang ke tempatnya. Dia pun melayani pasien yang berasal dari luar negeri seperti Jepang, Korea, Singapura hingga Amerika Serikat. Alie mempersilakan pasien yang tetap minum obat dari dokter. "Dengan syarat diminum sejam sebelum minum obat herbal," ia mengimbuhkan.
Memang, sekali terapi di tempat ini tak murah. Sekali terapi lintah dengan dua botol herbal untuk seminggu, pasien harus mengeluarkan uang Rp3,9 juta. Namun ia menjamin setelah 16 kali terapi, pasiennya telah dapat hidup normal.
Seorang pasien, Wilmar, mengaku baru sekali menjalani terapi telah merasakan manfaatnya. Rasa dingin pada tangan dan lemas pada kaki telah hilang. Dia pun dapat tidur nyenyak di malam hari. "Makanya saya optimis dapat sembuh di sini," katanya. Dari hasil pemeriksaan labolatorium, ia dideteksi mengalami gangguan pada jantung yang membengkak.
Lain pula Rismat Tarigan. Pria 60 tahun divonis dokter untuk menjalani operasi bypass. Namun ia memilih untuk menjalani pengobatan alternatif lebih dulu. "Saya sebelumnya punya diabetes dan hepertensi. Saya ingin mencoba terapi ini daripada dioperasi." Dan, ia merasa lebih enak meski baru menjalani terapi sekali.
Alie menyarankan ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi penderita jantung yaitu garam, kopi dan terutama daging kambing. Makanan tersebut akan menyebabkan pembuluh darah terganggu. (fn/dt/vs) www.suaramedia.com

5 Tanda-tanda Utama Penyakit Jantung

Ketika dada terasa sakit, dikiranya ada gangguan pencernaan. Ketika napas terasa berat setelah olahraga atau jalan-jalan, dikiranya masalah paru-paru. Jika Anda berpikir demikian, Anda salah. Semua gejala yang sering dianggap remeh itu adalah gejala penyakit jantung.
Bill Clinton menderita penyakit jantung
Banyak orang yang merasa dirinya sehat sering meremehkan gejala itu dan menganggapnya hal biasa. “Hal itu sering terjadi setiap waktu, setiap minggu, setiap hari. Banyak orang yang secara fisik tampak sehat tapi mengeluh seperti itu,” ujar pakar kardiolog Dr Kenneth Rosenfield seperti dikutip dari CNN, Jumat (19/2/2010).
Minggu lalu contohnya, mantan presiden Bill Clinton masuk rumah sakit setelah mengalami rasa tidak nyaman pada bagian dadanya. Clinton yang pernah menjalani operasi pada tahun 2004 mulai merasa lelah pada saat natal.
“Saya tidak terlalu memperhatikannya hingga sekitar 4 hari yang lalu saya merasa sedikit sakit di dada dan merasa perlu memeriksakan diri,” katanya.
Tanda-tanda penyakit jantung atau pembuluh arteri terhambat sebenarnya berbeda-beda tiap orang. Untuk itu tiap orang sebaiknya tahu gejala apa saja yang mengindikasikan penyakit jantung, karena suatu gejala bisa saja berbeda dari yang lain.

Menurut American Heart Association, National Heart Lung and Blood Institute dan Mayo Clinic, tanda-tanda berikut perlu dicurigai sebagai penyakit jantung.
1. Rasa tidak nyaman pada dada
Meski tidak semua orang mengalaminya, namun rasa tidak enak atau sakit di dada adalah tanda umum penyakit jantung. Rasa sakitnya memang tidak terlalu berat tapi terjadi rutin. Rasa sakit itu relatif sedang dan sering hilang muncul.
Rolanda Perkins (39 tahun) baru saja mengalami serangan jantung dua minggu lalu. Awalnya ia mengabaikan rasa sakit di dada karena dikiranya itu hanya masalah pencernaan.
“Saya tahu ada sesuatu yang salah dengan sakit itu, tapi saya kira itu hanya masalah pencernaan saja. Rencananya saya akan pergi ke dokter besok pagi tapi ternyata sebelum pagi itu datang saya sudah sesak nafas dan kena serangan jantung,” tutur Parkins.
Parkins yang kini rutin menjalani olahraga mengatakan bahwa seseorang sebaiknya mendengarkan apa yang tubuh coba katakan melalui suatu tanda. “Tubuh saya berusaha mengatakan sesuatu waktu itu tapi saya tidak mendengarkannya,” ujar Parkins.

2. Rasa tidak enak pada bagian atas tubuh

Dr Rosenfield dari the Massachusetts General Hospital mengatakan bahwa rasa sakit di beberapa bagian atas tubuh bisa mengindikasikan penyakit jantung. “Saya sering mengatakan pada pasien bahwa gejala yang terasa di daerah pinggang ke atas patut dicurigai penyakit jantung,” ujar Dr Rosenfield.
Rasa sakit, berat dan tidak nyaman di daerah punggung, leher, lengan, pinggul, bahu, siku, rahang, tenggorokan hingga daun telinga juga berhubungan dengan penyakit jantung. Tapi tentu saja rasa tidak nyaman di daerah itu belum tentu juga penyakit jantung.
Untuk itu, pastikan Anda tahu riwayat penyakit keluarga apakah ada yang punya penyakit jantung atau tidak. Jika ya, kemungkinan gejala-gejala di daerah itu juga merupakan tanda penyakit jantung
3. Masalah pencernaan
Dr Malissa Wood dari Harvard Medical School mengatakan ada hubungan yang sangat erat antara masalah pencernaan dengan jantung. Ketika Anda sering merasa sakit perut dan mual-mual tanpa sebab, bisa jadi itu pertanda ada masalah di jantung.
Dan hal itu memang benar-benar terbukti saat Dr Wood mengalami gejala itu. Setelah dicek, ternyata 92 persen pembuluh koronernya sudah terhambat dan harus segera dilakukan operasi. Jadi ketika Anda sering mengalami masalah pencernaan, ditambah punya tekanan darah tinggi, segera periksa ke dokter.

4. Gejala flu

Ketika seorang pasien yang rutin melakukan pemeriksaan jantung EKG tapi merasa tidak punya gejala penyakit jantung ditanya ‘Apakah Anda punya tanda-tanda penyakit jantung?’, ia menjawab tidak. Tapi ia mengaku sering mengalami flu berat.
Dr Robert Superko, pengarang buku ‘Before the Heart Attacks’ menyebutkan bahwa gejala lelah, capek atau tidak enak badan sering dikaitkan dengan gejala flu, padahal menurut Dr Robert itu adalah salah satu gejala penyakit jantung yang seringkali tidak terdiagnosa.

5. Napas pendek

Napas pendek adalah tanda yang paling harus dicurigai sebagai penyakit jantung, bahkan jika Anda tidak punya gejala sakit dada atau gejala penyakit jantung lainnya.
Jika Anda punya tanda-tanda seperti di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter karena Anda tidak pernah tahu terkena penyakit jantung atau tidak sampai memeriksanya dengan pasti. (Sumber: http://health.detik.com)

TERAPI JANTUNG

Organ Jantung
Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Undefined Struktur Internal Jantung
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri. Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup berdaun dua.

Undefined Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
Seputar Kesehatan Jantung
Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, berakibat pada kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung.

Jantung bengkak
Jantung bengkak , pembesaran jantung atau cardiomegali. Pembesaran jantung pada umumnya disebabkan adanya peningkatan massa otot jantung sebagai akibat kompensasi dari kerja jantung yang menurun atau adanya suatu penyakit yang menyerang massa otot jantung itu sendiri. Penyebab peningkatan massa otot (hipertrofi) oleh karena fungsi jantung yang menurun ini dapat disebabkan berbagai sebab, antara lain kelainan katup, dan peningkatan dari tekanan darah yang cukup lama. Sedangkan penyebab untuk penyakit tertentu yang menyerang otot jantung tersebut antara lain adanya suatu infeksi ataupun racun dari bakteri penginfeksi. Pada umumnya apabila pembesaran diakibatkan peningkatan tekanan atau kerja jantung yang menurun, pembesaran ini tidak permanen. Hal ini berarti apabila kondisi penyebab sudah teratasi atau diperbaiki, pembesaran ini dapat berkurang.Namun demikian untuk penyebab pembesaran karena suatu penyakit, sebagian besar dapat terjadi remodeling atau pembentukan kembali massa otot jantung menjadi kondisi normal.

Terapi Lintah Jantung Koroner
Apakah anda mempunyai masalah jantung koroner dan sedang berusaha untuk menyembuhkannya? Nah, saya akan berbagi informasi pada anda tentang salah satu terapi alternatif untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Jawabannya adalah terapi dengan menggunakan gigitan lintah. Ini dapat dijadikan salah satu alternative bila anda sudah mencoba pengobatan dengan terapi modern.
Terapi alternative dengan lintah dilakukan dengan meletakkan lintah pada titik tertentu pada tubuh yang dipercaya sebagai bagian tubuh yang memicu penyakit jantung koroner. Pertama-tama, darah ayam dioleskan pada titik tersebut, kemudian lintah ditempelkan pada darah tersebut. Pada dasarnya, terapi ini mirip dengan cara bekam karena terapi dilakukan oleh lintah dengan menyedot darah kotor di dalam tubuh. Saat menghisap darah, lintah akan mengeluarkan lendir tertentu yang dipercaya dapat memacu melancarkan peredaran darah yang tersumbat. Seorang pasien bercerita bahwa setelah terapi sebanyak 6 kali, terdapat perubahan dari penyakit jantungnya. Nah, bila anda ingin mencoba, konsultasikan terlebih dahulu dengan terapisnya.

Sebagaimana kita ketahui, penyakit jantung cardiovaskular adalah penyakit yang saat ini masih menjadi pembunuh nomor 1 manusia di seluruh dunia. Penyakit jantung cardiovaskular yang utama adalah penyakit jantung koroner. Dimana penyakit ini menyerang pembuluh darah yang mensuplai jantung. Implikasi dari penyakit ini berupa :
Infark miokard (serangan jantung)
Angina (berupa rasa nyeri teramat sangat di dada)
Aritmia (berupa pergerakan irama jantung yang abnormal)
Penyakit jantung koroner pada awalnya disebabkan oleh adanya penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah jantung (koroner). Hal ini lambat laun diikuti oleh berbagai penumbunan yang lain seperti penimbunan jaringan ikat, pengapuran, pembekuan darah, dll. Kesemuanya itu akan mempersempit dan atau menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah.
Berikut titik-titik terapi untuk penyakit jantung diatas:

Titik terapi jantung kardiovaskular
Jumlah lintah yang digunakan : 3 – 4 ekor lintah
Frekuensi pengobatan : 3 kali per-minggu
Pengobatan yang disarankan : 10 kali terapi
Berikutnya penyakit jantung valvular / klep jantung yang terjadi diakibatkan klep-klep jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Ada beberapa jenis penyakit klep jantung :
- Valvular stenosis. Ini terjadi ketika keterbukaan klep lebih kecil dari normal karena kelopak klep menjadi kaku (stiff). Pembukaan yang menyempit dapat menyebabkan jantung harus bekerja berat untuk memompa darah melaluinya. Ini dapat menuju ke gagal jantung atau gejala lainnya. Semua keempat klep menjadi stenotic (mengeras, membatasi aliran darah).
- Valvular insufficiency. Juga disebut regurgitation, incompetence atau “leaky valve”(klep bocor). Ini terjadi karena suatu klep tidak menutup dengan rapat. Jika klep tidak tertutup rapat, maka ada bagian darah yang mengalir balik melalui klep. Ketika kebocoran ini menjadi parah, maka jantung harus bekerja keras untuk mengatasi kebocoran klep ini dan lebih sedikit darah yang mengalir ke sisa tubuh lainnya, tergantung dari klep mana yang terkena.
Untuk pengobatan penyakit jantung valvular, berikut aplikasinya:

Titik terapi jantung valvular
Jumlah lintah yang digunakan : 3 – 6 ekor lintah
Frekuensi pengobatan : 1 – 2 kali per-minggu
Pengobatan yang disarankan : 7 – 12 kali terapi

Terapi Lintah Sembuhkan Penyakit Berat

Lintah binatang yang cukup ditakuti. Tapi jangan paranoid dulu, karena lintah mempunyai khasiat yang sangat berarti untuk mengobati penyakit seperti diabetes, jantung, migrain, saraf terjepit, sinusitis, cedera otot dan penyakit karena darah kotor.
Penyakit yang paling banyak disembuhkan dengan terapi lintah ini adalah penyakit jantung koroner, gagal jantung, kebocoran jantung, pembengkakan jantung dan migrain.
Lintah dapat meregenerasi syaraf yang mati sehingga terapi ini sangat bagus untuk mengobati penyakit syaraf dan kardiovaskuler, jadi tidak semua penyakit bisa sembuh dengan terapi lintah.
Lintah yang dipergunakan untuk terapi ini adalah lintah jenis Medicinalis yang berasal dari hutan atau sungai di daerah Aceh, karena di daerah tersebut lintah ini masih steril, sedangkan lintah yang terdapat di sawah ataupun lumpur sudah tidak steril lagi. Bisa juga menggunakan lintah Medicinalis yang telah diternakkan.
Pada terapi ini prosesnya adalah dengan menempelkan 2 lintah di titik-titik yang menjadi pusat penyakit tersebut selama setengah sampai satu jam, lalu lintah tersebut dilepas dan pasien akan diberikan ramuan herbal untuk menunjang penyembuhan.Pada saat lintah tersebut ditempelkan, maka lintah akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk meregenerasi saraf, mengeluarkan darah kotor dan menyembuhkan
penyakit, dalam hal ini tidak ada minyak lintah karena 99% tubuh lintah terdiri dari air atau lendir.
“Biasanya untuk penderita jantung bisa sembuh secara total dengan 16 kali terapi sedangkan untuk migrain sebanyak 8 kali terapi, namun pasien akan merasa lebih baik setelah 3-4 kali terapi,” ujarnya.
Selain penyakit tersebut, terapi lintah ini juga bisa menyembuhkan kanker namun dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi, bisa mencapai berbulan-bulan tergantung dari keadaan penyakit kanker tersebut.
Semua orang bisa melakukan terapi lintah kecuali anak-anak di bawah usia 7 tahun dan ibu hamil, karena pada prosesnya ada pengeluaran darah yang takutnya bisa menyebabkan komplikasi pada ibu hamil tersebut.
“Saya mengalami kebocoran jantung namun setelah diterapi lintah selama 2 bulan dan meminum ramuan herbalnya sekarang saya dinyatakan sembuh,” ujar Farida pasien dengan kebocoran jantung.
Tidak ada pantangan dalam melakukan terapi lintah ini tapi setelah sembuh sebaiknya pasien tetap menjaga pola hidup yang sehat, pola makan yang baik dan tetap berolahraga dengan teratur.

Terapi lintah untuk diabetes dan penyakit kronis lainnya


Diabetes Mellitus sulit dikenali gejalanya sehingga banyak penderita yang baru berobat setelah mengalami komplikasi penyakit yang parah. Karena itu penanganannya perlu dilakukan pada upaya intervensi dini untuk mencegah progressivitas penyakit sebelum menjadi Diabetes Mellitus tipe dua.
Setiap tahun lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia meninggal sebagai akibat dari komplikasi Diabetes Mellitus atau dengan kata lain terjadi satu kematian setiap tiga detik. Diet serta olahraga yang teratur dapat mengurani secara drastis kemungkinan seseorang dengan toleransi glukosa terganggu karena diabetes.
Orang-orang dengan pra-diabetes dapat berkembang menjadi Diabetes Mellitus tipe dua dalam waktu sepuluh tahun, kecuali mereka dapat mengurangi tujuh persen berat badan melalui modifikasi gaya hidup intensif.
Pra-diabetes merupakan kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk diagnosa sebagai diabetes. Ciri-cirinya ada gangguan kadar gula darah yang diukur dengan adanya toleransi gula darah terganggu (TGT) atau gula darah puasa terganggu (GDPT).
Therapy efektif bisa dilakukan dengan lintah, untuk mengobati Diabetes Mellitus (kering) lintah-lintah tersebut ditempelkan pada bagian yang ba’al, mati rasa, kesemutan, kaku, sakit disekitar kaki maupun tangan. Gangguan seperti sering buang air kecil pada malam hari, tidak bisa buang air besar setiap hari, perut kembung dan gangguan disfungsi ereksi bisa disembuhkan dengan Therapy Lintah & Herbal yang teratur.
Diabetes Mellitus (basah) radang, bengkak, luka yang tidak bisa sembuh, busuk, sudah mati rasa disekitar lubang luka, tanpa perlu diamputasi dengan therapy lintah dan ramuan herbal, Diabetes Mellitus (basah) bisa disembuhkan secara total.
Terapi alternatif dengan Lintah (Hirudo Medicinalis) telah digunakan sejak abad ke 18, namun sejak berkembangnya dunia medis kedokteran di abad 19, perlahan terapi lintah mulai dilupakan orang.
Terapi ini kembali digunakan pada awal 1990 dimana dalam sebuah riset medis dengan Terapi lintah berhasil membuktikan bahwa terapi ini dapat menyembuhkan Tumor tanpa kemoterapi dan pembedahan.
Riset yang dilakukan di Eropa juga membuktikan bahwa terapi lintah yang dilakukan dengan pengobatan medis (obat2an) atau Herbal dapat meningkatkan efektifitas obat.
Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai akibat terapi hirudo medicinalis.

Terapi Lintah untuk Diabetes


Terapi Lintah untuk Diabetes

Pada saat ini, Diabetes adalah salah satu penyakit kronis paling lazim di dunia. Jutaan orang telah didiagnosa menderita Diabetes dan trend penyakit ini dari hari ke hari makin meningkat. Penelitian di Amerika pada tahun 2009 lalu menempatkan Diabetes sebagai 1 dari 10 penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan paling mahal. Mantan Presiden Indonesia ke – 4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pun didiagnosa menderita penyakit berbahaya ini, hingga menyebabkan wafatnya beliau.
Diabetes sendiri disebabkan kondisi gagalnya pankreas memproduksi insulin yang cukup. Diabetes yang banyak menyerang adalah tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 biasanya awal masa kanak-kanak, di mana terdapat penipisan insulin absolut. Sedangkan diabetes tipe 2, serangan biasanya di usia dewasa sekitar usia 45 tahun atau lebih; di mana produksi insulin terjadi, tetapi jumlah insulin yang diproduksi tidak mencukupi.
Ketika kita memakan sesuatu, maka zat gula yang dimakan akan berubah menjadi glukosa, lalu memasuki aliran darah dan didistribusikan ke sel-sel tubuh kita. Glukosa adalah “makanan” yang memberi energi bagi berfungsinya sel kita dan insulin sangat penting untuk menghancurkan glukosa ke dalam bentuk yang dapat digunakan sel-sel kita. Tanpa insulin atau dengan terlalu sedikit insulin, glukosa tidak akan diserap oleh sel-sel kita, pada akhirnya menyebabkan sedikit atau tidak adanya energi.
Pada kondisi demikian, glukosa tetap di dalam darah dan menyebabkan penebalan pembuluh, yang dapat membuat komplikasi di dalam tubuh. Pengangkutan darah dari satu organ ke yang lain memerlukan lebih banyak usaha, yang mengakibatkan dinding pembuluh menebal dan menjadi kurang fleksibel. Hati juga menjadi di paksa lebih banyak bekerja untuk memompa darah ke seluruh tubuh lebih berat, pembuluh darah menebal dan lebih susah dilewati. Ini akhirnya menyebabkan komplikasi pada organ utama seperti serangan stroke, serangan jantung maupun emboli paru-paru.
Salah satu cara yang efektif mengobati diabetes adalah dengan terapi lintah atau Hirudo Theraphy. Sebagaimana diketahui, pada saat lintah menggigit, maka lintah akan mengeluarkan bermacam zat. Salah satu dari zat tersebut adalah hirudin yang mempunyai fungsi anti koagulan dan melancarkan aliran darah.
Pada pasien diabetes dengan kekentalan darah tinggi, zat ini akan membantu mencegah pembekuan darah, mengencerkan dan melancarkan aliran darah pasien. Manfaat lainnya, darah lebih mudah beredar dan berkurangnya tekanan pada jantung dan pembuluh darah secara signifikan. Zat-zat lain pada liur lintah akan memberikan kontribusi pada perbaikan dan normalisasi sirkulasi kapiler. Ada juga zat lain yang menghasilkan analgesik alami, memberikan sifat antibakteri, menurunkan tekanan darah dan mempunyai efek anti inflamasi.
Salah satu penterapis, Muhyidin, di Kauman Jogja menggunakan lintah untuk terapi diabetes. Muhyidin dapat memiliki keahlian ini berdasarkan kejadian yang menimpanya sendiri. Dimana setelah 10 tahun menderita diabetes, ia di vonis, kakinya harus diamputasi oleh Dokter. Sesuai informasi temannya, Muhyidin menggunakan lintah untuk mengobati kakinya. Ajaib! setelah beberapa saat pengobatan, dia tidak merasakan sakit lagi bahkan walau meminum air gula sekalipun. Dan akhirnya sembuh sama sekali dari diabetes yang dideritanya.
Dalam diabetes,  perawatan jari tangan dan kaki pada penderita sangat penting dan karena sirkulasi darah diabetes dapat lamban, di mana kadang-kadang darah tidak mampu sepenuhnya menembus kapiler, tubuh tidak bisa menyembuhkan luka kecil, atau lebih buruk lagi, nekrosis atau matinya jaringan. Hal ini dapat menyebabkan diamputasinya jari, kaki atau anggota badan lain yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran pembusukan akibat diabetes ke bagian tubuh yang lain. Terapi lintah telah diketahui berabad-abad dalam meningkatkan sirkulasi di bagian distal tubuh yakni kaki. Efek pemulihan hirudotherapy menghasilkan peningkatan sirkulasi mikro yang sangat penting dalam mencegah amputasi jari tangan dan kaki seperti pada kasus Muhyidin diatas.
Sumber : www.thejakartapost.com

Terapi Lintah untuk Kanker Payudara


REPUBLIKA.CO.ID,  PEKANBARU –  Terapi lintah dipercaya bisa menyembuhkan kanker payudara. Hingga kini tercatat sekitar seratusan penderita kanker payudara dari berbagai wilayah Tanah Air, bahkan negara luar berhasil disembuhkan tanpa opresasi, cukup hanya menjalani ‘terapi lintah’ di sentral pengobatan alternatif milik H Ismail di Pekanbaru, Riau.
“Tapi sebenarnya susah juga menghitung berapa jumlah penderita kanker payudara yang berobat ke sini. Perkiraan ada lebih dari seratusan orang dan rata-rata mereka insya’allah sembuh,” kata Ismail, Rabu.
Menurut Ismail,  kanker payudara terjadi pada jaringan payudara yang umumnya dimiliki oleh wanita. Ia menjelaskan, pengobatan kanker payudara bisa dilakukan tanpa operasi. ”Meereka bisa hanya dengan melakukan ‘terapi lintah’. Mudah-mudahan dengan cara ini, kesempatan kesembuhan sangat besar,” tuturnya lagi.
Ismail mengatakan mereka yang ingin sembuh dari derita kanker payudara dengan melakukan terapi lintah, hanya akan diberi ‘resep’ sederhana dan tidak berat untuk dijalani. “Maksimal itu, ada dua lintah yang akan ditempelkan ke bagian payudara yang terkena kanker. Namun terapi tidak bisa sekali langsung sembuh,” katanya.
Untuk mencapai kesembuhan, kata Ismail, membutuhkan beberapa kali tahapan terapi. Pada tahapan pertama, menurutnya, si pasien harus menterapi dirinya sebanyak tiga kali berturut-turut.
Selanjutnya, demikian Ismail, pasien penderita payudara dapat beristirahat selama tiga hari untuk kemudian melakukan pengecekan secara medis di rumah sakit.
“Setelah ada hasil, apakah ada perubahan atau tidak pada ‘terapi lintah’, pasien disarankan untuk mengkonsumsi banyak vitamin guna pengembalian stamina,” ujarnya.
Jika ternyata hasil dokter menyatakan hanya ada perubahan atau kesembuhan tidak signifikan, atau bahkan tak terjadi kesembuhan sama sekali, Ismail, menganjurkan si pasien kembali melakukan terapi.
“Memang, untuk mencapai kesembuhan total dari kanker payudara, tidak bisa sekali atau hanya beberapa kali terapi. Perlu puluhan kali terapi, dan mudah-mudahan jika pasien mau bersabar, kesembuhan akan didapat seperti pesien-pasien payudara lainnya,” katanya.
Dikatakannya, selain kanker payudara, ia juga telah banyak memberikan kesembuhan terhadap pasien penderita penyakit kronis lainnya termasuk diabetes, dan hipertensi.
“Untuk penderita diabetes, biasanya akan mencapai kesembuhan dengan waktu yang lebih singkat,” ungkap H Ismail.

Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: antara
STMIK AMIKOM
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/12/01/25/lycnxg-wah-terapi-lintah-bisa-sembuhkan-kanker-payudara.

Dapatkah Zat Aktif Dalam Air Liur Lintah Mencegah Serangan Jantung ?

Penelitian dari Rumah Sakit Green Lane:

Dapatkah Zat Aktif Dalam Air Liur lintah Mencegah Serangan Jantung ?

Ketika sirkulasi darah dalam tubuh dari jantung terhambat, kemungkinan timbulnya serangan jantung akan meningkat. Apabila hal ini tidak ditangani secara tepat dan cepat maka jantung akan kekurangan oksigen yang menyebabkan otot jantung berhenti berkerja. Oleh karena itu Pasien pengidap coronary thrombosis (penyumbatan arteri akibat penggumpalan darah) secara rutin diberikan obat pengencer darah seperti aspirin atau heparin untuk mencegah serangan jantung lebih lanjut. Tapi resiko tetap masih besar karena sayangnya penanganan dengan metode tersebut tidak 100% efektif.
Peneliti dari Rumah Sakit Green Lane, Acukland, Selandia Baru mengadakan penelitian tentang masalah ini.
Mereka telah meneliti keefektifan penggunaan obat baru yaitu Bivaldurin untuk penanganan penyakit coronary thrombosis melalui serangkain percobaan. Menariknya, Bivalrudin adalah bentuk lain dari Enzym Hirudin yang terkandung dalam aiur liur lintah. Bivalrudin mengandung effect anti-coagulant yang permanen dan mengurangi kemungkinan serangan jantung sampai dengan 33,%. Pengobatan dengan enzym yang terkandung dalam lintah ini diketahui 30% lebih efektif daripada penggunaan Heparin.
Penelitian tersebut berdasarkan percobaan atas sejumlah 17.000 pasien pasien pengidap coronary thrombosis, yang dikelompokan menjadi 2 (dua) kelompok. Satu kelompok pertama diberikan Heparin, sedangkan kelompok lain diberikan Bivaldurin.
Harvey White, Imuwan dan Peneliti dari Rumah Sakit Green Lane menjelaskan, bahwa dari seribu pasien yang diberikan Bivaldurin dalam 30 hari setelah terkena serangan jantung, terdapat lebih sedikit kasus pasien mengalami serangan jantung lanjutan dari pada pasien yang diberikan Heparin.

(Sumber: http://www.oval-film.com/ekelhaftgesund/engl/blutegel/studien.htm)

Hirudo Terapi atau Terapi Lintah


Sejak 4000 tahun yang lalu terapi lintah sudah akrab dengan dunia pengobatan. Manfaatnya sudah diakui oleh kedokteran Yunani dan Romawi. Pada abad ke-19 lintah menikmati zaman keemasan. Jutaan lintah dibudidayakan untuk penggunaan medis dalam terapi sedot lintah.
Pertengahan 1800-an lintah digunakan untuk menyedot darah pada titik lokal. Pengobatan dengan lintah diberikan kepada pasien yang menginginkan perubahan warna pada wajah.
Dokter menggunakan  lintah untuk membantu mengembalikan sirkulasi darah ke jaringan yang akan dicangkokkan dan disambungkan seperti jari dan jari kaki. Esensi dari terapi sedot lintah adalah mengencerkan darah dan mengencerkan sumbatan/stagnasi. Sehingga untuk kasus kekentalan darah atau penderita LED/Laju Endap Darah tinggi insya Allah sangat baik jika melakukan terapi sedot lintah. Demikian juga untuk kasus penyumbatan pembuluh arteri pada Jantung. Tetapi tidak semua kasus Jantung dapat selesai dengan terapi Lintah.
Untuk melakukan terapi lintah, memang sangat mudah jika hanya sekedar menempelkan pada tempat yang sakit. Akan tetapi ada kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan sebelum melakukan terapi lintah. Mencakup kondisi tubuh pasien (SIndrom) dan gejala penyakit yang timbul (Simptom).
Karena tidak bisa sembarangannya melakukan terapi lintah ini, maka kita dituntut untuk terus belajar dan belajar. Sesuai dengan prinsip “Al-Ilmu qobla qauli wal ‘amal” Ilmu itu sebelum bicara dan beramal. Jika kita melakukan segala sesuatu tanpa ilmu, niscaya kesesatan/ kemudhorotan yang akan kita derita.
Semoga Allah memberikan hidayah dan taufik-Nya, sehingga kita tidak berhenti belajar dan beramal dengan hanya mengharapkan keridhoan-Nya.

SEJARAH PERUBATAN LINTAH


Secara kasar, cuma 600 spesis lintah saja yang telah dikenal pasti hingga kini, tetapi hanya 15 jenis saja yang digunakan dalam pengobatan. Lintah yang dikelaskan sebagai lintah pengobatan, Hirudo Medicinalis, telah lama digunakan untuk merawat pesakit berabad lamanya.
Rekod dokumentasi yang pertama menggunakan Hirudo Medicinalis untuk tujuan pngobatan bertarikh sejak awal zaman hippokrat. Menurut penulisan Sanskrit, Dhavantari, bapak pengobatan India, mengatakan “ pegang madu disebelah tangan dan lintah disebelah tangan lagi”. Selain itu, terapi lintah juga digunakan dalam pengobatan kuno cina. Lukisan lintah pengobatan telah dijumpai dalam makam dukun-dukun. Terapi lintah dalam pengobatan Greek boleh dijumpai dalam puisi Alexipharmacia karya Nicandros. Pakar pengobatan Roman, Galen, menjelaskan terapi lintah sebagai kaedah untuk mencapai keseimbangan kesehatan. Di masa lampau, lintah dibuktikan sebagai kaedah paling berkesan dalam banyak kes perubatan terutama melawan rawatan luka. Negara Eropah pada dekat ke 18 dan 19 telah mengimport lebih 10 juta lintah setiap tahun untuk memenuhi permintaan yang tinggi.
Terapi bekam itu telah dikenali sejak kerajaan Sumeria berdiri, lalu berkembang di Babilonia, Mesir, Saba dan Persia. Namun. Menurut As Suyuthi, bekam berasal dari Isfahan. Jadi, sebelum Rasul SAW diutus pun pengobatan bekam telah ada.
Orang-orang Barat telah lama mengenal pengobatan dengan membuang darah, pada abad ke 18 mereka menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam.

Pada suatu waktu Perancis pernah mengimport 40 juta ekor lintah untuk keperluan itu.
Lintah-lintah itu akan dilaparkan terlebih dahulu dengan tidak diberi makan, jadi bila ditempelkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah dengan begitu efektif. Setelah kenyang lintah itu tidak berusaha lagi untuk bergerak dan terus jatuh.
Rasulullah SAW memilihkan, dengan wahyu dari-Nya, dari sekian banyak terapi yang ada pada waktu itu dengan terapi herba dan bekam. Baginda sangat menyenanginya. Terbukti dari seringnya baginda berbekam dan baginda mengungkapkan sebaik-baik pengobatan ialah berbekam.

LINTAH DAN PERUBATAN ( Hirudo Medicinalis )
Penggunaan Klinikal
Penggunaan secara klinical pertama yang direkodkan terhadap lintah pengobatan (Hirudo Medicinalis) berlaku kira-kira 2500 tahun yang lalu karena gigitan lintah menyebabkan pendarahan luka kecil yang menyerupai venuos di kawasan tisu rosak, hewan invertabrata kecil ini menjadi sangat bernilai kepada pembedahan plastic dan pembedahan pembinaan semula. Lintah tersebut menghasilkan beberapa jenis bahan penting yang membantu dalam gigitan yaitu bahan anti pembekuan darah dan vasodilator setempat. Bahan-bahan ini membolehkan pendarahan berterusan sehingga 48jam selepas lintah dipisahkan dari tempat luka.
Kelebihan yang ketara dan keselamatan penuh terapi lintah dikaji dari pengalaman manusia beratus tahun tanpa ragu.
Satu dari bahan pertama dijumpai dalam kelenjar liur lintah perubatan ialah hirudin (bahan yang menghalang proses
pembekuan darah )

Kesan dari bahan aktif biologi keatas organisma hidup:
- menormalkan dan membaik pulih kitaran kapilari
- kesan anti-inflamasi yang amat cepat
- kesan anti stress dan adaptonege
- kesan immunostimulating dan immunomodulating
- anesthesia
- anti pembekuan
- kesan anti bacteria
- membaik pulih pertukaran endocelluar dan kesedaran pengunaan mekanisma ini mempunyai karakter setempat dan menyeluruh

LINTAH

Apabila disebut lintah, perasaan geli, takut dan gerun antara persepsi yang membayangi fikiran, khususnya wanita yang sememangnya ‘alergi’ terhadap hewan itu.
Bentuk tubuh sedikit berbulu, licin dan liat, malah dikenali sebagai ‘penghisap darah’ cukup untuk menimbulkan mimik muka berkerut, apatah lagi jika diminta memegang atau ‘bermesra’ dengannya.
Bagi yang biasa atau ‘bermain’ dengan hewan daripada kelompok Filum Annelida atau cacing ini, lintah boleh dikatakan sejenis hewan unik. Jika satu ketika dulu lintah hanya menghuni sawah padi, kini lebih 300 jenis atau spesies lintah dari seluruh dunia dicari, malah ramai menternaknya untuk tujuan komersial.
Kelebihan yang ada pada lintah menjadikan hewan itu ‘sasaran’ dan perhatian ramai. Bukan hanya berupaya merawat sakit kepala (migrain), resdung atau kudis, tetapi juga pesakit kanker payudara, sakit pinggang, senggugut, gout, strok, kencing manis dan darah tinggi.
Menyadari khasiatnya, lintah hari ini digunakan dalam bidang pengobatan, termasuk untuk proses pembekaman. Melalui cara itu darah kotor atau yang tidak diperlukan dalam badan boleh dibuang tanpa rasa sakit dan menyusahkan.

Sama ada kepala, leher, badan atau kaki, lintah boleh diletakkan di mana saja untuk mengeluarkan darah kotor sambil seseorang itu melakukan pelbagai kerja sementara lintah menjalankan tugasnya.
Percaya atau tidak, melalui proses itu, daripada bersaiz sebatang rokok, lintah boleh membesar dan bertukar saiz sehingga tiga kali ganda atau mencecah 20 sentimeter dengan kandungan darah kotor.

Asal Usul Lintah

Kesabaran Nabi Ayyub a.s. dan asal usul Lintah
Nabi Ayyub bin ‘Ish bin Ishaq a.s., adalah bangsa Roma, sedangkan ibunya adalah anak Nabi Luth a.s. Ayahnya seorang yang kaya-raya, memiliki ternak; unta, lembu, domba, kuda, keledai dan himmar, tidak seorang pun di negeri Syam (Syria) yang dapat menyainginya dalam hal kekayaan. Ketika dia meninggal dunia, maka semua kekayaannya itu diwariskan kepada Nabi Ayyub a.s.Nabi Ayyub a.s. telah menikah dengan Siti Rahmah, anak Afrayim putra Nabi Yusuf a.s. Dan Allah telah mengkaruniakan mereka 12 kali kehamilan yang tiap-tiap kali hamil melahirkan 2 orang anak, seorang lelaki dan seorang perempuan. Kemudian dia diutus oleh Allah kepada kaumnya, dan mereka adalah penduduk Hauran dan Tiih. Allah Ta’ala menyempurnakannya, dengan budi-pekerti yang baik, lemah-lembut selama orang tidak menyalahi, mendustakan dan mengingkarinya dalam kemuliaan dirinya dan kedua orang tuanya, ayah dan ibunya. Nabi Ayyub a.s. mempunyai meja makan yang khusus disediakannya untuk tamunya; orang-orang fakir miskin dan tamu lainnya. Dan Nabi Ayyub a.s. terhadap anak yatim itu ibarat seorang ayah yang kasih dan penyayang, terhadap janda seperti suami yang memperhatikan kasih-sayangnya, dan terhadap orang-orang yang lemah seperti halnya saudara yang mencintai dengan kasihnya. Dengan nikmat yang diberikan Allah, NabiAyyub a.s. tampak tidaklah lupa sedikitpun hatinya bersyukur, serta lidahnya tidak lupa berzikir kepada Tuhannya.
Maka Iblis dengki kepadanya, seraya berkata: “Sungguh Ayyub telah berhasil di dunia dan akhirat, dan Iblis ingin merusak salah satu atau kedua-duanya; dunia dan akhirat tersebut. Lalu Iblis terkutuk, disaat itu naik ke langit yang ketujuh dan berhenti dimana dia dapat sampai, pada suatu hari dia naik sebagaimana biasa, maka Allah Yang Maha Perkasa berfirman kepadanya: ”Hai Iblis terkutuk, bagaimana engkau melihat hamba-Ku Ayyub ? Apakah engkau dapat mengambil daripadanya manfaat walaupun sedikit ?”
Kata Iblis: “Tuhanku,  sesungguhnya Ayyub mau menyembah-Mu karena Engkau telah memberinya kelapangan hidup (harta yang berlimpah) dan kesihatan; kalaulah tidak karena hal itu tentu dia tidak menyembah-Mu , maka dia sebenarnya hamba kesihatan.” Firman Allah Ta’ala kepada Iblis: “Engkau dusta, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya dia menyembah Aku serta berterima-kasih kepada-Ku, walaupun dia tidak mempunyai kelapangan rezeki di dunia. Kata Iblis: “Tuhanku, berilah aku kekuasaan untuk menggoda Ayyub; maka perhatikanlah bagaimana aku membuatnya lupa mengingat-Mu dan menyibukkan dia dari beribadah kepada-Mu.” Maka Allah pun memberikan kekuasaan kepada Iblis terhadap segala sesuatunya, kecuali jiwa dan lidah (ucapan) Nabi Ayyub a.s. Maka Iblis pun kembali dan menuju ke tepi laut, lalu berseru dengan seruan yang sangat keras, sehingga semua bangsa Jin, baik yang laki-laki maupun yang wanita berkumpul di sisinya seraya berkata: ”Apakah gerangan yang menimpa kamu ?” Iblis menjawab: sesungguhnya saya telah mendapat kesempatan yang belum pernah saya peroleh seperti hal ini, semenjak saya telah berhasil mengeluarkan Adam dari sorga. Maka oleh sebab itu, bantulah saya dalam memperdayakan Ayyub.” Maka mereka cepat-cepat bertebaran dan membakar serta merusak semua harta kekayaan Nabi Ayyub a.s.
Lalu Iblis pergi menemui Nabi Ayyub a.s. yang dia sedang berdiri menunaikan sholat di dalam rumah ibadatnya. Kata Iblis: “Apakah engkau tetap menyembah Tuhanmu dalam keadaanmu yang kritis ini, sesungguhnya dia tuhanmu telah menuangkan api dari langit, yang memusnahkan kekayaanmu, sehingga semuanya menjadi abu ?” Nabi Ayyub a.s. tidak menjawabnya, sampai dia selesai merampungkan solatnya, lalu berkata: “Alhamdulillah, Dia yang telah memberikan kurnia lalu mengambilnya pula dari saya. ”Lalu dia bangkit kembali memulai solatnya. Maka Iblis pun kembali dengan tangan hampa, serta merasa terhina dan menyesali terhadap kegagalannya. Dan Nabi Ayyub a.s.itu mempunyai 14 anak, delapan orang lelaki dan enam orang perempuan. Kesemua mereka makan setiap harinya di rumah-rumah saudaranya. Maka berkumpullah para setan dan mengelilingi rumah itu serta melemparkan kepada anak-anak Nabi Ayyub a.s. sehingga mereka itu mati semuanya di satu meja makan. Maka Iblis pergi kepada Nabi Ayyub a.s. sedangkan dia (Nabi Ayyub a.s.) dalam keadaan berdiri menunaikan solat. Kata Iblis: “Apakah engkau tetap menyembah Tuhanmu, dan sesungguhnya Dia telah melempar ke rumah dimana anak-anakmu berada, sehingga mereka mati semuanya ?” Nabi Ayyub a.s. tidak menjawab sedikit pun, sampai dia selesai mengerjakan solatnya. Lalu Nabi Ayyub a.s.berkata: “Hai Iblis terkutuk, Alhamdulillah, Dia yang telah memberi dan mengambilnya pula dari saya. Semua harta dan anak adalah fitnah untuk laki-laki dan wanita, maka Dia (Allah) mengambil dari saya, sehingga saya dapat bersabar lagi tenang untuk beribadah kepada Tuhan saya.” Iblis pun kembali dengan tangan hampa, rugi besar dan terkutuk.
Lalu Iblis datang kembali, sedangkan Nabi Ayyub a.s. sedang mengerjakan solat. Maka ketika Nabi Ayyub a.s. sujud, Iblis meniupkan dihidung dan mulutnya sampai badan Nabi Ayyub a.s. berkembang dan berpeluh yang banyak sekali dan dia merasa badannya menjadi berat. Berkata isterinya Siti Rahmah: “Ini semua adalah dari sebab kesusahanmu terhadap harta yang telah musnah dan anak-anak yang telah mati, sedangkan engkau tetap beribadah diwaktu malam dan berpuasa diwaktu siang tanpa henti-hentinya. walaupun sesaat, dan engkau masih juga tidak merasa cukup.”Lalu Nabi Ayyub a.s.terkena penyakit kudis pada seluruh tubuhnya, mulaidari kepala sampai kekakinya, bahkan mengalir dari badannya darah bercampur nanah serta berulat yang berjatuhan dari kudis di badannya.Sampai-sampai sanak-keluarganya dan teman-temannya, menjauhkan diri daripadanya.
Nabi Ayyub a.s. mempunyai tiga orang isteri; maka yang dua meminta cerai dan dia pun menceraikannya dan tinggal satu saja isterinya yaitu Rahmah yang selalu melayaninya siang malam. Kemudian datanglah para wanita tetangganya seraya berkata: “Hai Rahmah, kami semua takut kalau penyakit suamimu Ayyub akan menjalar kepada anak-anak kami. Maka keluarkanlah dia dari lingkungan kita bertetangga ini, dan kalau tidak maka kami akan mengeluarkan engkau dari sini dengan cara paksa !” Maka Siti Rahmah pergi dengan membungkus pakaiannya, serta membawanya (Nabi Ayyub a.s.). Dan dia menggendong Nabi Ayyub a.s. dipunggungnya sedangkan air mata mengalir dipipinya serta pergi jauh sambil menangis ke bekas rumah yang sudah rusak yang dijadikan tempat pembungan sampah dan meletakkan Nabi Ayyub a.s. di atas sampah. Lalu keluarlah penduduk desa itu dan mereka melihat keadaan Nabi Ayyub a.s. maka mereka berkata: “Bawalah suamimu itu jauh-jauh dari kami , kalau tidak maka akan kami bawakan anjing-anjing kami, biar memakannya.” Siti Rahmah pun membawanya sambil menangis ke tempat yang jauh dan meletakkannya di tempat itu. Kemudian Siti Rahmah pergi kesebuah desa, maka Nabi Ayyub a.s. memanggilnya: “Kembalilah engkau, dan saya berpesan kepadamu, seandainya engkau hendak pergi bebas dariku dan akan meninggalkan aku di sini.” Kata Siti Rahmah: “Engkau jangan kawatir, wahai suamiku; sesungguhnya saya tidak akan meninggalkan engkau selama hayat dikandung badan.” Siti Rahmah lalu pergi ke sebuah desa dan bekerja setiap hari memotong roti dan dia dapat memberi makan suaminya Nabi Ayyub a.s. Lalu hal itu diketahui oleh penduduk desa itu, bahwa dia adalah isteri Nabi Ayyub a.s. Maka mereka tidak mau lagi memberinya pekerjaan, bahkan mereka berkata; “Pergilah engkau jauh-jauh, karena sesungguhnya kami merasa jijik kepadamu.
Maka Siti Rahmah menangis dan berdoa: “Ya Tuhanku, Engkau telah melihat keadaanku, sesungguhnya terasa sempit dunia ini bagiku, sedang orang-orang telah merendahkan kami di dunia ini, maka janganlah Engkau kiranya merendahkan kami di akhirat kelak, ya Tuhanku. Mereka telah mengusir kami dari rumah kami di dunia, maka janganlah kiranya Engkau mengusir kami dari Rumah Engkau kelak di hari Kiamat. ”Adalah Nabi Ayyub a.s. tiap-tiap ada ulat yang terjatuh dari badannya, maka diambilnya dan diletakkannya kembali dibadannya, dan dia berkata: “Makanlah olehmu semua apa-apa yang telah direzekikan kepadamu oleh Allah Ta’ala. ”Maka tidak tertinggal dagingnya dan hanyalah tinggal tulang belulang, yang dilapisi kulit dengan jaringan saraf saja yang kelihatan. Apabila matahari menyinarinya, maka sinar itu seakan-akan tembus dari bahagian depannya kebahagian belakangnya. Dan yang tinggal dari bagian badannya yang tetap utuh adalah hatinya dan lidahnya. Hatinya tidak pernah kosong dari rasa syukur kepada Allah dan lidahnya tidak pernah diam dari berzikir kepada Allah. Diriwayatkan yang Nabi Ayyub a.s. mengalami sakit seperti itu selama 18 tahun. Pada satu hari Siti Rahmah berkata kepada Nabi Ayyub a.s.: “Engkau adalah seorang Nabi yang mulia terhadap Tuhanmu, seandainya engkau berdoa kepada Allah Ta’ala supaya Allah menyembuhkanmu ?” Kata Nabi Ayyub a.s. kepada Siti Rahmah: “Berapa lamakah kita telah hidup senang ?” Kata Siti Rahmah: ”Delapanpuluh tahun.” Kata Nabi Ayyub a.s.: “Sesungguhnya saya berasa malu kepada Allah Ta’ala, untuk meminta kepada- Nya, sebab waktu cobaan-Nya belumlah memadai dibandingkan masa senangku.” Pada ketika dibadan Nabi Ayyub a.s. sudah tidak ada lagi daging yang akan dimakan, maka ulat-ulat itu saling memakan diantara mereka, hingga akhirnya tinggal dua ekor ulat , yang selalu berkeliaran dibadan Nabi Ayyub a.s. dalam usaha mencari makan daging, tidak mereka dapatkan kecuali hati dan lidahnya. Maka yang satu pergi kehati dan memakan hatinya dan yang lainnya pergi kelidah dan menggigitnya. Disaat itulah Nabi Ayyub a.s.berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya aku telah ditimpa bahaya yang dahsyat, sedang engkau Dzat yang Maha Pengasih.” Hal ini tidaklah termasuk dalam katagori keluh-kesah dan tidak pula dia berarti keluar dari golongan orang yang sabar. Oleh kerana itu Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya dia Kami dapatkan sebagai orang yang sabar. ”Karena sesungguhnya Nabi Ayyub a.s. itu tidak bersusah hati terhadap hartanya dan anak-anaknya yang telah hilang musnah, bahkan dia merasa susah kerana cemas terputus dari syukur dan berzikir kepada Allah Ta’ala. Maka seakan-akan dia berkata: “Tuhanku aku bersabar atas segala percobaan-Mu selama hatiku masih sibuk untuk bersyukur kepada-Mu dan lidahku masih dapat berdzikir kepada-Mu, dan apabila keduanya itu telah rusak (hilang) daripadaku, berarti terputuslah cintaku dan dzikirku pada-Mu. Maka aku menjadi tidak bersabar terhadap terputusnya keduanya itu, sedangkan Engkau Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang.” Kemudian Allah Ta’ala memberikan wahyu kepadanya: “Wahai Ayyub, lidah, hati dan ulat adalah milik-Ku, sedangkan rasa sakitpun milik-Ku, apakah artinya susah ?” Diterangkannya pula: “Bahwa Allah Ta’ala memberikan wahyu kepadanya: ”Sesungguhnya ada 70 orang Nabi yang meminta, seperti halmu inidaripada-Ku, dan Aku hanya memilih engkau sebagai tambahan kemuliaanmu dan ini hanya bentuk lahirnya saja bencana, akan tetapi hakikatnya adalah cinta-kasih.” Dan sesungguhnya Nabi Ayyub a.s. merasa susah, kalau hati dan lidahnya dimakan ulat, karena dia selalu sibuk bertafakkur dan berdzikir kepada Allah Ta’ala, kalau keduanya dimakan, maka dia tidak dapat lagi untuk bertafakkur dan berdzikir kepada-Nya. Lalu Allah Ta’ala menjatuhkan kedua ulat itu dari diri Nabi Ayyub a.s. maka yang satu jatuh di air, kelak menjadi lintah yang dapat menyebabkan orang sakit kekurangan darah dan yang satu lagi jatuh di darat yang kelak menjadi lebah, yang mengeluarkan madu yang mengandungi obat untuk manusia.
Kemudian datanglah Malaikat Jibril a.s., dengan membawa dua buah delima surga. Kata Nabi Ayyub a.s.: “Ya Jibril, apakah Tuhanku masih ingat kepadaku ?” Kata Jibril: “Ya, dan Dia mengirimkan salam kepadamu, serta menyuruhmu memakan kedua buah delima ini, maka akan sembuh normal daging dan tubuhmu.” Ketika Nabi Ayyub a.s. memakan kedua delima itu, Jibril a.s. berkata: “Berdirilah dengan izin Allah!” Maka Nabi Ayyub a.s. pun berdiri. Jibril berkata lagi: “Berjalanlah dengan kedua kakimu.” Maka Nabi Ayyub a.s. memukul kakinya yang kanan ke tanah, sehingga keluarlah air hangat dan dia lalu mandi dengan air itu, kemudian dari kakinya yang kiri terpancarlah air dingin, sehingga ia minum dari air tersebut. Kemudian hilanglah segala penyakitnya, baik yang dibagian luar maupun dibagian dalam. Dan tubuhnya menjadi lebih gagah tegap dari semula, wajahnya lebih bersinar daripada bulan purnama. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: ” Bersabar satu saat terhadap satu bencana, itu lebih baik daripada beribadah satu tahun.”

[Rujukan:Durratun Nasihin, oleh Usman Alkhaibawi]
http://www.geocities.com/kisahkisahteladan/kisahnabiayuub.html